Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Personil polsek sambung makmur himbau warga agar tidak bakar lahan sembarangan |  Banit sabhara polsek aambung himbau warga agar tidak bakar hutan sembarangan |  Bripda Bahtiar himbau warga agar tidak bakar hutan sembarangan |  Personil polsek sambung sosialisasikan maklumat kapolda |  Banit sabhara polsek sambung sosialisasikan maklumat kapolda |  Bripda Bahtiar sosialisasikan maklumat kapolda kalsel |  Personil polsek sambung sebarkan maklumat kapolda |  Banit Sabhara polsek sambung sebarkan maklumat Kapolda |  Bripda Bahtiar sebarkan maklumat kapolda |  Kapolsek AKP Idit Aditya, S. Sos Pimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih Di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 73 |  Aipda Adi Ajak Warga Bersama – Sama Mencegah Karhutla |  Personil Polsek Sungai Tabuk Sosialisasi Stop Karhutla Kepada Warga Pematang Panjang | 
MARTAPURA, KALSEL. – Polsek Sungai Tabuk berhasil mengamankan seorang laki-laki penjual obat tanpa izin edar berupa Carnophen dan Destro di Pasar Martapura tepatnya di  Desa Sungai Tabuk Keramat Rt. 02 Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar,  Rabu (19/10/2016) sekitar pukul 02.00 wita. Pelaku yang bernama Masrawan (33 thn) warga Sungai Tabuk Keramat Rt. 02 Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.


Menurut Kapolres Banjar AKBP Kukuh Prabowo, S.IK.,MH melalui Kapolsek Sungai Tabuk AKP Siti Rohayati kejadian berawal saat anggota Reskrim Polsek Sungai Tabuk sedang melakukan patroli cipta kondisi dan melihat 3 tiga orang laki-laki yang sedang duduk dipos Pelabuhan Bom Rt. 02 Sungai Tabuk Keramat setelah didekati dan diadakan pemeriksaan ternyata diatas plapon pos tersebut ditemukan barang bukti berupa  40 (empat puluh) butir tablet jenis Carnophen, 205 (dua ratus lima) butir tablet Destro, uang tunai Rp 20 (dua puluh ribu rupiah), dan 1 buah hp BB warna hitam tipe 9300.              
Lebih lanjut Kapolsek Sungai Tabuk saat dikonfirmasi mengatakan pelaku dijerat dengan pasal 197 jo 106 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Pelaku diancam pidana 10 s/d 15 tahun penjara dan kasus ini terus kita kembangkan demi mencegah bertambahnya korban akibat penyalahgunaan obat-obat terlarang. 

Kategori: Umum

Berikan komentar