Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Antisipasi Ancaman Teror, Personil Polsek Matraman Setiap Malam Laksanakan Sispam Mako |  Aipda Suryono Laksanakan Sholat Shubuh Berjamaah di Mesjid Bersama Masyarakat Dan Tokoh Agama |  Pemeriksaan Rutan Polres Banjar Adalah Rutinitas |  Akibat Sopir Mengantuk Mobil Masuk Parit |  Ciptakan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif, Polsek Matraman Laksanakan Patroli Blue Light di Wilayahnya |  Panas terik tetap semangat |  Kesiapan haul KH.m.arsyad albanjari ulama besar dari tanah banjar |  Siap Kapanpun Di Perlukan |  Pengarahan serius dari KBO lantas |  Apel siap siaga |  Proses Mediasi Yang Di Jembatani Anggota Laka Lantas |  Kanit Provost Polsek Pengaron Sholat Subuh Berjamaah | 
MARTAPURA, KALSEL.- Seorang pedagang bernama Ratna (47 Thn) warga Jl. Guntung Ujung Rt. 01 Kelurahan Guntung Ujung Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar terpaksa berurusan dengan pihak Kepolisian karena mengedarkan pil daftar G jenis Carnophen.
Dengan barang bukti berupa 12 (Dua Belas) Box 7 (Tujuh) Keping Obat jenis Zenith Carnophen, uang tunai Sebesar Rp. 162.000- (Seratus Enam Puluh Dua Ribu Rupiah) dan 1 (satu) Buah Tas Selempang warna Coklat motif Garis-garis merk 69 BAEPACK, Jum’at (13/01/2017) sekitar pukul 14.00 Wita.
Kapolres Banjar AKBP Kukuh Prabowo, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Gambut AKP Sakun, SH, MA menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan tindakan tegas Kepolisian khususnya Sektor Gambut terhadap penyalahgunaan obat-obatan yang bisa mengakibatkan kerusakan fungsi Organ hingga kematian. Kejadian ini berawal dari informasi masyarakat bahwa dirumah pelaku ditenggarai menjadi ajang jual beli Carnophen. Setelah dilakukan penyamaran oleh anggota Polsek Gambut terbukti jelas bahwa dirumah pelaku telah terjadi transaksi jual beli obat-obatan tanpa ijin edar. 
Bermula pada saat 2 (dua) orang anggota Polsek Gambut melakukan penyamaran dengan membeli Carnophen kepada pelaku dan menyuruh anggota tersebut masuk kedalam rumahnya, setelah uang pembelian di terima, pelaku langsung mengambilkan carnophen tersebut dari dalam lemari dan menyerahkan carnophen tersebut kepada anggota polisi yang menyamar, kemudian pelaku langsung di amankan dan dilakukan penggeledahan ditemukan carnophen sebanyak 12 (dua belas) Box 7 (tujuh) keping dan uang tunai hasil penjualan carnophen sebanyak Rp. 162.000-( Seratus Enam Puluh Dua Ribu Rupiah)
“Pelaku kami jerat dengan pasal 197 UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan,dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)”, terang pak Sakun
.
Kategori: Umum

Berikan komentar