Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Sambang Warga Sekaligus Menyampaikan Pesan Kamtibmas |  Setiap hari anggota Polsek Simpang Empat ajak masyarakat untuk Deklarasi Pemilu Damai |  Bripka Subandrio Patroli Malam Sambangi ATM |  Deklarasi Pemilu Damai rutin dilakukan Polsek Simpang Empat setiap hari |  Kehadiran Patroli Blue Light Polsek Matraman Berikan Rasa Aman Pada Masyarakat |  E Penyidikan Polda Kalsel Mendapatkan Rangking 2 Seluruh Indonesia |   |  Polsek Aranio Sosialisasikan Pemilu Damai Tahun 2019 |  Langsung Lakukan Olah TKP |  Anggota Polsek Aranio Laksanakan Commander Wish |  Mendatangi Laporan Kecelakaan |  Temui Korban Di Ruang Tindakan Rumah Sakit | 
MARTAPURA, KALSEL.- Setelah berhasil mengamankan M. Said sebagai bandar obat Carnophen dihari yang sama anggota Polsek Gambut juga berhasil mengamankan seorang perempuan yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar dan atau percobaan mengedarkan sediaan farmasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 197 Jo 106 Undang – Undang RI No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan jo Pasal 53 KUHP. Pelaku yang bernama Lina Aprianti (29 Thn) warga Desa Guntung Ujung Rt. 01 Rw. 01 Kelurahan Gambut Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar, Senin (01/03/2017) sekitar pukul 16.30 wita.
Kapolres Banjar AKBP Kukuh Prabowo, S. I.K., M.H. melalui Kapolsek Gambut AKP Sakun, SH, MA mengatakan tertangkapnya pelaku berkat informasi dari masyarakat setempat bahwa ada seseorang perempuan yang sedang menjual obat carnophen, kemudian anggota mendatangi alamat tersebut. Saat dilakukan penggeledahan ternyata ditemukan 114 (seratus empat belas) butir obat jenis Carnophen / Zenith, uang tunai sebesar Rp. 75.000,- (tujuh puluh lima ribu rupiah) dan 1 (satu buah) dompet kecil warna coklat, setelah ditanyakan kepada pelaku bahwa pil Carnophen tersebut adalah miliknya.
Atas kejadian tersebut pelaku dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolsek Gambut guna proses lebih lanjut. Untuk mempertanggung jawabankan perbuatan pelaku dijerat dengan pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.
Kategori: Umum

Berikan komentar