Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Tak kenal lelah, Bripka Yasmin sosialisasikan stop pungli |  Bolu Noor Aida selalu di jaga Sat lantas Polres Banjar |  Stop pungli terus disosialisasikan Bhabinkamtibmas Desa Cabi kepada warga binaanya |  Rawan kemacetan selalu di jaga Sat lantas Polres Banjar |  Dengan spanduk ” stop pungli ” Bripka Zainudin Renggur, SH terus sosialisasikan larangan pungli |  Warga Desa Cabi mendukung stop pungli |  Melalui DDS Bripka Zainudin Renggur, SH sosialisasikan stop pungli kepada warga binaanya |  Masyarakat Desa Cabi sangat setuju dengan adanya himbauan stop pungli |  Bripka Zainudin Renggur, SH selalu mengajak warga binaanya untuk ikut cegah pungli |  Polsek Martapura Barat Lakukan Pengamanan Tempat – Tempat Relegi |  Himbauan kepada penziarah oleh Bripda Audini |  Aiptu pujo Utomo urai kemacetan di Astambul | 
MARTAPURA, KALSEL.- Polsek Kertak Hanyar berhasil mengamankan ribuan obat-obatan terlarang dari tangan pelaku pengedar asal Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Pelaku yang bernama Istiqomah alias Kamah (50 thn) warga JL. A Yani Km. 7 Gg.  Kita Rt.  05 Rw. 02 Kelurahan Kertak Hanyar Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Senin (10/04/2017) sekitar pukul 14.00 wita.
Kapolres Banjar AKBP Kukuh Prabowo, S.I.K., M.H. melalui Kapolres Kertak Hanyar IPTU Ria Arianty, S. Ik menjelaskan penangkapan bermula ketika anggota Ditresnarkoba Polda Kalsel melakukan Giat di Jl. A Yani km. 7 Gg. Kita Rt. 05 Rw. 02 Kelurahan Kertak Hanyar Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar tepatnya dirumah pelaku, kemudian anggota Ditresnarkoba Polda Kalsel melakukan penggeledahan dirumahnya tersebut dan ditemukan barang bukti obat carnophen sebanyak 1.318 (seribu tiga ratus delapan belas) butir dan uang sebesar Rp. 182.000,- (seratus delapan puluh dua ribu rupiah). Kemudian pelaku dan barang bukti tersebut dibawa oleh Ditresnarkoba Polda Kalsel dilimpahkan kepada Polsek Kertak Hanyar untuk diproses hukum selanjutnya.
“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 196 juncto Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan paling singkat 10 tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” terangnya.
Kategori: Umum

Berikan komentar