Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Tinjau Jalan dan Jembatan Rusak Jelang Natal dan Tahun Baru |  Sat Lantas Polres Banjar Kembali Tinjau Jalan dan Jembatan Rusak |  Tinjau Jalan dan Jembatan yang Rusak |  Polsek Aranio Sosialisasikan Bahaya Faham Radikal Kepada Masyarakat |  Polsek Aranio Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kendaraan Bermotor |  Polsek Aranio Sosialisasikan Larangan Pungli |  Pelaksanaan Rapat Koordinasi Persiapan Operasi Lilin, Begini Pesan Kapolres Banjar Melalui Wakapolres Banjar |  Anggota Polsek Aranio Sosialisasikan Larangan Pungli Kepada Masyarakat |  Memakmurkan Masjid, Anggota Polsek Aranio Laksanakan Sholat Berjamaah |  Apel Pagi Anggota Polsek Aranio |  Kasat Resnarkoba Melaksanakan Pengecekan Tahanan Narkoba Wanita Di Rutan Polsek Martapura Kota |  Memakmurkan Masjid & Musholla Bripka Gatot Santoso Bersama Bripka Taufikurahman, SH Laksanakan Sholat Subuh Berjamaah Di Masjid Al Munawarrah Kertak Hanyar | 
MARTAPURA, KALSEL.- M. Gazali (25thn) kini harus menanggung risiko karena terlibat dalam peredaran carnophen alias zenith. Warga Desa Tambak Baru Rt. 3 Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar ini diciduk anggota Polsek Martapura Kota, Kamis (8/6/2017) sekitar pukul 16.00 Wita. 
Sebelumnya petugas Unit Reskrim terlebih dahulu melakukan pengintaian di Desa Tambak Baru, saat dilakukan penggeledahan Polisi mendapatkan 18 keping atau 180 butir obat carnophen, uang tunai Rp.34.000.- 
Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Martapura Kota IPTU Siswadi, SH mengatakan, tertangkapnya pelaku berkat informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang yang akan menjual obat  zenit di daerah Tambak Baru. 
“Kami berhasil menyita barang bukti dari pelaku yang sebelumnya sempat dibuang disekitar lokasi kejadian”, ungkap Kapolsek.
Atas kejadian tersebut pelaku dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolsek Martapura Kota guna proses lebih lanjut. “Untuk mempertanggung jawabankan perbuatan pelaku dijerat dengan pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” ujarnya.
Kategori: Umum

Berikan komentar