Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Patroli Blue Light rutin dilaksanakan anggota Polsek Simpang Empat untuk ciptakan situasi aman kondusif |  Hadirkan rasa aman bagi masyarakat yang beraktifitas malam hari, ini yang dilakukan Bripka Hermansyah |  Untuk cegah pelangsir BBM, Bripka Hermansyah lakukan Patroli ke SPBU secara rutin |  Kanit provos Bripka Basuki cek kelengakapan kanit IK sek astambul |  Cegah terjadinya Tindak Pidana Perjudian, Bripka Hermansyah berikan himbauan Kamtibmas kepada pengunjung Bilyard |  Kanit provos bripka basuki lakukan giat gaktib setelah apel pagi |  Cek semua kelengkapan KTP SIM seluruh anggota |  Patroli Cipkon untuk ciptakan rasa aman bagi masyarakat rutin dilaksanakan Polsek Simpang Empat setiap malam |  Berikan himbauan tertib berlalu lintas, cara Bripka Hermansyah cegah terjadinya pelanggaran |  Patroli Blue Light Dan Giat KKYD Polsek Matraman |  Ini Yang Dilakukan Bripka Fajeri Di Pagi Hari |  Cegah peredaran Narkoba, ini yang dilakukan Polsek Simpang Empat | 
MARTAPURA, KALSEL.- M. Gazali (25thn) kini harus menanggung risiko karena terlibat dalam peredaran carnophen alias zenith. Warga Desa Tambak Baru Rt. 3 Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar ini diciduk anggota Polsek Martapura Kota, Kamis (8/6/2017) sekitar pukul 16.00 Wita. 
Sebelumnya petugas Unit Reskrim terlebih dahulu melakukan pengintaian di Desa Tambak Baru, saat dilakukan penggeledahan Polisi mendapatkan 18 keping atau 180 butir obat carnophen, uang tunai Rp.34.000.- 
Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Martapura Kota IPTU Siswadi, SH mengatakan, tertangkapnya pelaku berkat informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang yang akan menjual obat  zenit di daerah Tambak Baru. 
“Kami berhasil menyita barang bukti dari pelaku yang sebelumnya sempat dibuang disekitar lokasi kejadian”, ungkap Kapolsek.
Atas kejadian tersebut pelaku dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolsek Martapura Kota guna proses lebih lanjut. “Untuk mempertanggung jawabankan perbuatan pelaku dijerat dengan pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” ujarnya.
Kategori: Umum

Berikan komentar