Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Tak Hanya Patroli tapi Juga Berikan Himbauan kepada Masyarakat |  Kapolda kalsel cek personil anggota sat lantas |  Berikan Pesan Kamtibmas Kepada Petugas Jaga Malam Saat Patroli Blue Light |  Laksanakn Patroli Rawan Laka Setiap Malam |  Dua Personil Polsek Karang Intan Laksanakan Sholat Ashar Berjamaah Bersama Warga |  Ini yang Dilakukan Unit Laka Setelah Serah Terima Piket |  Pelaksanaan apel gelar pasukan “mantap Brata Intan” |  Dua Anggota Bhabinkamtibmas Ini Laksanakan Sholat Maghrib Berjamaah Bersama Warga |  Rutin Periksa Rutan Polres Banjar |  Adzan Berkumandang, Dua Anggota Bhabinkamtibmas Ini Laksanakan Sholat Maghrib Berjamaah Bersama Warga |  Shalat Isya Berjamaah Bersama Warga Di Musholla Al Khair Desa Karang Intan |  Menuju ke SDL PSIM Jogja dikawal Bripka Eko | 
MARTAPURA, KALSEL. – Satuan anggota Narkoba Polres Banjar
Jumat (21/07/2017) di  Jl.  Damai Rt.03 / 02 Desa Sungai Sipai Kecamatan
Martapura Kabupaten Banjar telah pengamankan dua pelaku pengedar obat-obatan
terlarang yang diduga narkoba jenis pil Carnophen yang tidak memiliki ijin
edar. Kedua pelaku Abdul Sami alias Sami dan Nurbainah als Inur diamankan oleh satuan anggota Narkoba dari pengamanan tersebut ada sejumlah 786 butir obat keras yang diamankan
sebagai barang bukti didalam kantong plastik yang pada saat itu akan bertransaksi
kepada pembeli.

Kapolres
Banjar AKBP Takdir Mattanete., S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Narkoba
Polres Banjar  Iptu Achmad Jarkasi, SH membenarkan jika anggotanya
telah mengamankan dua pelaku yang diduga pengedar
obat-obatan terlarang yang rencananya akan bertransaksi kepada sejumlah
mahasiswa dan pelajar.

“Benar,
penangkapan anggota
satuan Narkoba Polres Banjar pada hari Jum’at (21/07/2017) sekitar pukul
11.30 wita telah
menangkap dua pelaku yang kedapatan membawa 786 butir obat-obatan
terlarang jenis carnophen dari Zenit yang sudah dicabut ijin edarnya.
Barang
tersebut akan diedarkan atau dijual ke beberapa mahasiswa dan pelajar.
Kedua
pelaku yang terdiri satu laki-laki dan satu wanita,” ujarnya.


Mereka sudah
menjadi target kami yang kerap melakukan transaksi kepada pelajar dan
mahasiswa. Untuk sementara dua pelaku kami tetapkan sebagai pelaku dan
beberapa pelajar di minta keterangannya hanya sebagai saksi,  dan ada sejumlah
barang bukti lain sejumlah uang hasil penjualan sebesar Rp. 5.650.000,- (lima juta enam ratus lima
puluh ribu rupiah), pungkasnya.

Namun pihak nya masih mengembangkan kasus
tersebut dari mana barang bukti didapat. Untuk sementara keduanya diamankan di
Mapolres Banjar dan di jerat  pasal 197 jo 106 (1) jo 55 UU No. 36 Thn
2009. Tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan
denda Rp. 15 Milyard, karena keduanya terbukti menjual atau mengedarkan Pil
Setan.

Kategori: Umum

Berikan komentar