Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Kenyamanan Masyarakat Sangat Diutamakan |  Bhabinkamtibmas Brigadir Haryono Sosialisasi Larangan Karhutla Di Desa Binaannya |  Bhabinkamtibmas Bripka Indra Purwadi Sosialisasi Larangan Stop Pungli |  Bripka Yasmin rutin mengajak masyarakat Desa Sungkai untuk cegah pembakaran hutan dan lahan |  Bripka Zainudin Renggur, SH terus sampaikan himbauan larangan Karhutla kepada masyarakat Desa Cabi |  Kapolsek Sambung Makmur langsung ambil apel pagi |  Aipda Andreas Laksanakan ploting pagi depan SDN 1 Madurejo |  Bripka Sugiarto Sosialisasi Karhutla di Desa Maniapun |  Kanit Binmas Dan Bhabinkamtibmas Ajak Warga Tolak Faham Radikalisme |  Bertemu Warganya, Bripka Subandrio Sampaikan Pesan Kamtibmas |  Kapolsek Matraman Pimpin Apel Pagi di Halaman Mako Polsek Matraman |  Ini cara polsek Martapura Timur cegah kebakaran lahan | 

banjar.kalsel.polri.go.id- Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) adalah Generasi muda yang akan menjadi generasi penerus masa depan bangsa, Sebagai anggota Paskibraka, harus bisa menjadi teladan dan contoh didalam ruang lingkup tempat tinggal mereka, baik di sekolah, maupun didalam lingkup masyarakat sekitar. Begitu yang disampaikan Kasat Sabhara Polres Banjar, AKP Gita Suhandi, mewakili Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete, ketika menjadi pembicara dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka Kabupaten Banjar, di Gedung Wisma Pemuda Kabupaten Banjar, Martapura, Kamis (10/8/2017) sekitar pukul 20.00 wita.

 

Paskibraka menurut Gita (sapaan akrab Kasat Sabhara. red) juga harus bisa membawa bangsa Indonesia menjadi “Negara Maju”, karena Negara Maju, bukan tergantung pada lama berdirinya suatu Negara, juga bukan pada sumber daya alamnya, bukan pada luas areanya, bukan pada intelektualnya. “Karena tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan, bukan juga pada ras atau warna kulit,” kata Kasat Sabhara Polres Banjar, AKP Gita Suhandi.

 

Namun, menurut Gita perbedaannya terletak pada sikap/perilaku masyarakatnya yang telah dibentuk melalui kebudayaan dan pendidikan. Prinsip yang diterapkan negara maju adalah prinsip dasar kehidupan, diantaranya; Etika sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari, Kejujuran dan Integritas, Bertanggung jawab, Menghormati aturan dan hukum yang berlaku, Menghormati hak orang lain, Mencintai pekerjaan, Berusaha membiasakan diri menabung/Investasi, Bekerja keras, Tepat waktu dan Tidak menyalahkan orang lain.

 

Di Negara berkembang seperti Indonesia saat ini, hanya sedikit yang mematuhi prinsip dasar kehidupan tersebut. “Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengerjakan prinsip dasar kehidupan,” terangnya.

 

Gita menekankan, sebagai generasi muda kalian harus mengambil peranan dalam membantu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. “Polisi tidak bisa bekerja sendiri, karena Polisi dan masyarakat harus bersatu dalam ikatan kerjasama, dengan begitu pasti akan lebih mudah membersikan setiap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan kita,” ungkapnya.

 

“The Police Are The Public, And The Public Are The Police” (Sir Robert Peel). Lebih lanjut, AKP Gita Suhandi menjelaskan, Tiga Pilar yang terdiri dari Polri, TNI, Pemerintahan harus bersinergi untuk menciptakan dan memlihara keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing.

 

Terakhir, Kasat Sabhara Polres Banjar ini mengingatkan kepada para Paskibraka yang beragama muslim, kalian jangan pernah meninggalkan Sholat, dan harus berjamaah bagi laki-laki. “Sholat adalah pondasi penting bagi Umat Islam, Karena dalam sebuah hadist menyebutkan bahwa, yang pertama kali dihisab adalah amalan Sholat, bahkan, Jika manusia pada saat dihisab sholatnya baik, maka baiklah semuanya, sebaliknya jika sholatnya buruk, maka buruklah semuanya,” tandas perwira pertama polisi dengan tiga balok di pundak ini.

 

 

 

Kategori: Berita, Kegiatan

Berikan komentar