Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Evakuasi Pohon Tumbang Oleh Personil Polsek Matraman, Tim SAR Brimob dan Tim SAR PMI di Desa Mataraman |  Kapolsek simpang perintahkan anggota tingkatkan patroli |  Ini cara polsek simpang cegah tindak pidana |  Berikan Himbauan Karhutla, Anggota Sat Binmas Polres Banjar Kunjungi Warganya |  Anak Anak Kabinaktar Dilatih Langsung Oleh Kasat Binmas Polres Banjar |  Sambangi masjid At Taqwa ini yang dilakukan Ipda Suwarji |  Kapolsek ini rangkul ulama dan tomas |  Ini cara polsek Martim jalin silahturahmi |  Dengan Sispam Mako, Polsek Simpang Empat antisipasi aksi teror dan gangguan terhadap bangunan Polsek dan personilnya |  Ini tujuan polsek matraman ploting anggotanya |  Polsek Matraman tempatkan anggota cegah kemacetan |  Cegah Lakalantas, ini yang dilakukan polsek Mataraman | 

banjar.kalsel.polri.go.id – Dipinggiran saluran irigasi, didekat sebuah titian kayu yang biasa digunakan warga untuk mandi telah ditemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki. Mayat tersebut mengapung dan tersangkut pada tumbuhan ganggang di air saluran irigasi tepatnya di Desa Sungai Landas Kec. Karang Intan Kab. Banjar. Mayat pertama kali diketemukan oleh saksi saudara Asnan Yamani (40 th) yang sehari-hari bekerja diladang kebun miliknya.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, S.H.,S.I.K.,M.H melalui Kapolsek Karang Intan Ipda Imam Sayuti membenarkan penemuan mayat tersebut diwilayah hukumnya.

“Benar pada hari Minggu tanggal 20 Agustus 2017 sekitar jam 07.00 wita telah datang ke Polsek Karang Intan Bapak Asnan Yamani bin Muhammad Ilmi untuk melaporkan adanya sesosok mayat yang mengapung disungai irigasi,” terang Kapolsek.

“Mayat tersebut diketahui bernama Solihin alias Endol bin Sani, berusia 37 tahun, warga Desa Sungai Landas Rt.03 Rw.01 Kec. Karang Intan, korban sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan,” ungkap Imam.

Masih menurut Imam, setelah mendapat laporan tersebut anggota Polsek Karang Intan langsung meluncur ke TKP serta menghubungi Tim Inafis Polres Banjar untuk melakukan indentifikasi atas jasad korban apakah ada tindak kekerasan atau murni sebuah kecelakaan.

Berdasarkan keterangan saksi, Sahlian (45 th), dirinya sempat melihat korban yang sedang mandi dan dalam kondisi mabuk.

“Tengah malam itu, pada hari Sabtu (19/8/2017) sekitar pukul 01.00 wita dini hari, saya melihat Endol sedang mandi tapi dalam keadaan mabuk,” ucap Sahlian kepada petugas.

Keterangan Sahlian dikuatkan oleh keterangan beberapa warga yang mengatakan kebiasaan korban memang sering mabuk-mabukan.

Kemudian pada Sabtu (19/8/2017), pagi hari pukul 07.00 wita, Mujiburrahman alias Mujib (40 th) juga sempat mencari korban karena pada malam harinya tidak pulang.

“Saya mencari korban ditempat biasanya dia mandi karena dia sempat bilang mau mandi namun yang saya temukan cuma HP milik korban yg terletak ditempat pemandian, saya juga mencoba mencari korban di rumah teman-temannya dan hingga pada hari Minggu pagi saya mendengar kabar bahwa ada ditemukan orang tenggelam setelah dicek ternyata memang benar bahwa korban yang meninggal adalah Endol,” terang Mujib.

Setelah dilakukan pengecekan oleh Tim Inafis dan tidak terdapat luka-luka maupun tanda-tanda kekerasaan lainnya pada tubuh korban serta pihak keluarga sangat meyakini bahwa kematian korban memang murni karena kecelakaan, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban.

“Berdasarkan permohonan dari pihak keluarga korban, kami pihak Kepolisian tidak melakukan visum maupun otopsi dan selanjutnya jasad korban kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ucap Kapolsek. 

“Kami juga meminta pihak keluarga untuk membuat surat pernyataan bahwa tidak dilakukan visum atau otopsi,” tutup Imam.

Kategori: Berita

Berikan komentar