Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Anggota Sat Reskrim Polres Banjar Laksanakan Giat Cw |  SPKT Polsek Sungai Tabuk Berikan Pelayan Prima Kepada Masyarakat |  Ipda Rizky Tekankan Anggotanya Untuk Jaga Kekompakan |  Samsat Martapura Layani Wajib Pajak Dengan 3 Hati |  Gencar Sosialisasikan Larangan Pungli Kepada Masyarakat |  Pak SBY Berikan Sosialisasi |  “Bang Jai” Tunggu Bupati Banjar Bongkar Jamban |  Patroli Malam Cegah Aksi Premanisme |  Sikap “Open” Aiptu Pujo |  Rutinitas Anggota Polsek Aranio Pagi Hari |  Personil Polsek Sungai Tabuk Siap Memberikan Pelayanan Prima Kepolisian |  Bersama Dokter & Tenaga Medis, Polsek Aranio Sosialisasi Larangan Pungli | 

banjar.kalsel.polri.go.id – Tini Hartati seorang ibu rumah tangga akhirnya berurusan dengan pihak Kepolisian karena ulahnya sendiri yang mengedarkan sediaan Farmasi tanpa ijin edar sebagai mana dimaksud dalam pasal 197 jo 106 ayat 1 UU RI NO 36 Th 2009 Tentang Kesehatan. Jo pasal 53 KUH, Selasa (19/9/2017) sekitar pukul 10.30 wita.

 

IRT ini diamankan di jl. Martapura Lama Desa Sungai Tabuk Kota Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Dari tangan pelaku polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa 30 (tiga puluh) butir pil Carnophen dan uang tunai Rp 97 (sembilan puluh tujuh ribu rupiah).

 

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Sungai Tabuk AKP Siti Rohayati. S.AP menjelaskan pelaku berhasil diamankan berkat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berjualan obat Carnophen dirumahnya, kemudian  unit Reskrim Polsek Sungai Tabuk yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sungai Tabuk melakukan pengecekan.

Lebih lanjut, setelah dilakukan penggeledahan dirumah pelaku ditemukan obat Carnophen yang disimpan di dalam celana yang dipakai pelaku, selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Mapolsek Sungai Tabuk untuk diproses hukum lebih lanjut. 

 

Untuk mempertanggung jawaban perbuatan pelaku diamankan ke Polsek Sungai Tabuk guna proses selanjutnya. Pelaku dijerat dengan pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta rupiah)

 

 

Berikan komentar