Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Bripda audini lakukan entry manual bpkb untuk perpanjangan stnk 5 tahun |  Ploting di perputaran dprd bripda audini tak kenal lelah melayani masyarakat |  Dikyasabanjarchannel Wajib Difollow ! |  Jangan Lupa Follow Akun Instagram Ini |  Kampung Tertib Lalu Lintas |  Prepare Acara Puncak Marta zebra Dalam Rangka HUT POLANTAS |  Bripka Robby Hastono Lakukan Patroli Malam Hari |  “Buku Adalah Jendela Dunia” Kata Bripka Hariyanto |  Minggu DIluangkan Dengan Anak-Anak |  Hari Minggu Dii Dengan Kegiatan Positif |  Apa Saja Kegiatan Di Kampung Dongeng? |  Polsek Gambut Rutin Lakukan Patroli Malam | 

banjar.kalsel.polri.go.id, Polres Banjar – Janda adalah istilah untuk wanita yang telah bercerai atau ditinggal mati oleh pasangan pernikahannya

Siang itu, Selasa, (07/11/2017) skj 11.00 wita terlihat di depan kantor Kepala Desa Tanjung Rema 2 orang wanita paruh baya hendak masuk ke dalam Kantor Kepala Desa, dan pada waktu bersamaan, Bripka Harry Sevie Anton Bhabinkamtibmas desa Tanjung Rema juga datang ke Kantor Kepala Desa kemudian saling ngobrollah mereka dengan penuh canda tawa.

Kedua wanita paruh baya tersebut adalah warga desa Tanjung Rema yaitu ibu Faridah Ariyani atau biasa dipanggil mama amat zaky dan ibu ibu Zainab. Mereka berdua datang ke kantor desa bermaksud untuk mengambil jatah Raskin (beras) yang rutin mereka dapat setiap 3 bulan sekali. Mereka mendapatkan Raskin karena tergolong dalam kemampuan ekonomi rendah dan sudah tidak memiliki suami atau bisa disebut janda.

Dalam obrolan tersebut Bripka Harry Sevie Anton menyisipkan pesan-pesan Kamtibmas dan himbauan anti radikal yang bertujuan membuat desa Tanjung Rema tetap aman dan kondusif. Dihimbau agar tetap selalu waspada dan berhati – hati apabila berada di rumah maupun di luar rumah karena sudah tidak ada suami yang menjaga dan melindungi mereka.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Martapura Kota Iptu Siswadi, SH menerangkan bahwa kegiatan yang dilakukan tersebut sangat positif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat serta tidak membeda-bedakan status, ras, suku, agama, serta golongan. Karena kegiatan kepolisian harus dilakukan dengan seadil-adilnya sehingga masyarakat dapat terlindungi, terayomi dan terlayani dengan baik.

Berikan komentar