Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Bhabinkamtibmas Bripka M.S. Ariza selalu berkoordinasi dengan Bapak Camat Cintapuri Darussalam guna kelancaran dan ketertiban pelaksanaan MTQ |  Bripda Aprilia Kenalkan Karyawan PT.Indogrosir Dengan Aplikasi Sasirangan |  Bhabinkamtibmas Polres Banjar Yang Profesional Dan Tangguh Dalam Melaksanakan Tugas |  Kenalkan Aplikasi Zaman Now Guna Tingkatkan Pelyanan Kepada Masyarakat |  Patroli Srikandi Banjar Bungas Polres Banjar, Berikan Himbauan Untuk Laksanakan Sholat Jum`at Di Wilayah Martapura |  Bripka Maryandi Sambangi Warga Binaannya |  Inilah yang dilakukan Personel Lantas Demi Tekan Angka Kecelakaan |  Kegiatan Sat Binmas Kabinaktar Minggu Pagi Yang Selalu Ramai Di Penuhi Oleh Anak Anak |  Sambang dan silaturahmi tokoh agama adalah prioritas setiap anggota polri guna jalin keakraban |  Bhabinkamtibmas Desa Cintapuri ingin ciptakan pelayanan bebas pungli di Desa Binaanya |  KAnit bintibmas Dan Anggota Berikan Motivasi Kepada Para Warga Binaan LApas Anak Klas 1 A Martapura |  Anev Dan Evaluasi Kegiatan Anggotanya, Kasat Binmas Laksanakan Rapat Rutin Setiap Minggu | 

Banjar.kalsel.polri.go.id-Polres Banjar.Satuan Reserse Narkoba Polres Banjar kembali melakukan razia ke toko obat yang ada di wilayah kabupaten banjar. Setelah di tahun 2017 lalu satnarkoba berhasil mengamankan toko obat yang kedapatan beberapa pedagang nakal yang menyimpan / memperjual belikan obat yang berlogo merah (obat keras) yang semestinya hanya bisa di dapat di Apotik dan dengan Resep doktor , beberapa toko obat yang ijin usahanya memang telah habis dan yang masih menyimpan obat obat yang kadaluarsa. 

Sangsi yang diberikan pun tidak hanya sebatas sanksi teguran, melainkan ada beberapa pemilik toko obat yang samapai ke meja hijau.

Seolah tidak mau kecolongan lagi di awal tahun 2018 ini Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Banjar Iptu Achmad Jarkasi S.H langsung menurunkan seluruh anggotanya untuk terjun langsung kelapangan melihat peredaran obat obat yang ada di toko toko obat khususnya di wilayah kabupaten banjar.

Achmad jarkasi juga menjelaskan bahwa “toko obat adalah pintu utama warga masyarakat untuk sembuh dari penyakit yang di derita, jika toko obat nya saja menjual obat-obat berbahaya dan sembarangan tanpa resep dokter, kasian warga yang seharusnya sembuh malah tambah sakit”.

Berikan komentar