Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Aipda Didik laksanakan sholat asar berjamaah |  Anggota Polsek Belimbing Laksanakan Patroli Blue Light Ke Pemukiman Penduduk Dan Tempat Berkumpul Nya Warga |  Sholat magrib berjamaah oleh personil polsek sambung makmur |  Pesonil Polsek Sambung Makmur laksanakan sholat isa berjamaah |  Anggota Polsek Belimbing Laksanakan Nonton Bareng Piala Dunia Di Desa Kupang Rejo |  Samsat Martapura “ KAMI SIAP MELAYANI ANDA “ |  Aiptu Agus W SH Pimpin Breafing Pagi Unit Regident Sat Lantas Polres Banjar |  Brigadir M. Shabirin berikan himbauan kepada pengendara sepeda motor agar selalu tertib berlalu lintas |  Aiptu Indra Tilang Mobil Pick Up |   |  Cegah peredaran Narkoba, Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat pimpin razia Narkoba di tempat Bilyard |  Petugas Jaga Lama Serahkan Barang Inventaris Kepada Petugas Jaga Baru | 

banjar.kalsel.polri.go.id, Polres Banjar – Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete mengecam keras aksi bom yang meledakkan tiga gereja di Surabaya, yakni di Gereja Santa Maria Ngagel, GKI Diponegoro, dan Gereja GPPS di Jalan Arjuno, Surabaya, Minggu (13/5/2018) sekitar pukul 07.13 WIB.

Dalam insiden tersebut, sedikitnya 13 orang menjadi korban meninggal dunia dan 41 orang mengalami luka-luka dan telah dilarikan di tiga rumah sakit Surabaya.

“Ini suatu perbuatan yang sangat tidak manusiawi, saya yakin yang melakukan serangan ini bukan manusia dari golongan agama manapun, karena dalam ajaran agama manapun tidak ada yang mengajarkan umatnya untuk membuat kerusuhan di muka bumi, apalagi sampai menimbulkan korban meninggal dunia,” kata Takdir kepada Sentralone.com melalui pesan selulernya, Minggu (13/5/2018) sekitar pukul 13.30 Wita.

Terkait insiden tersebut, Perwira menengah dengan dua melati di pundak yang mengaku sangat dekat dan sangat mengenal karakter masyarakat Surabaya itu menjelaskan bahwa warga Surabaya tidak akan gentar dengan adanya teror seperti ini.

Karena menurutnya, masyarakat Surabaya memiliki jiwa dan mental yang sangat kuat, sehingga meskipun ada teror seperti ini tidak akan membuat warga Surabaya merasa takut.

“Saya cukup lama bertugas di Surabaya, jadi saya tahu persis karakteristik warga Surabaya, jadi saya yakin teror semacam ini tidak akan membuat masyarakat Surabaya gentar, malah yang ada semangat “Arek-Arek Suroboyo” akan semakin membara dalam menghadapi dan menyikapi aksi teror tersebut,” tandasnya.

Selain itu, Takdir juga mengucapkan rasa bela sungkawa atas jatuhnya korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Dirinya berharap, semoga dengan kejadian ini tingkat kewaspadaan dari aparat keamanan baik TNI-Polri, maupun masyarakat semakin tinggi, agar hal serupa tidak terjadi kembali.

“Saya berdoa semoga korban meninggal dunia diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga ini merupakan tragedi terakhir di Negara Indonesia kita tercinta ini, serta semoga otak dibalik serangan teror ini akan segera terungkap,” pungkasnya.

Kategori: Satuan Reskrim

Berikan komentar