Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Demi rasa aman masyarakat, Patroli Blue Light rutin dilaksanakan Polsek Martapura Timur setiap malam |  Polsek Martapura Timur Laksanakan Patroli Blue Light Guna Berikan Suasana Aman Kepada Masyarakat |  Kegiatan K2YD / Patroli Siang Hari Polsek Martapura Timur |  Pelaksanaan Serah Terima Penjagaan Personil Polsek Matraman |  Anggota Polsek Martapura Timur Lakukan K2YD |  Kapolsek Matraman Pimpin Apel Pagi Polsek Matraman |  Kanit Sabhara Ipda Ketut Laksanakan Piket Posko Karhutla Sambang Lihum Demi Jaga dan Kendalikan Titik Api di Wilayah Hukum Polres Banjar |  Aipda Budi Purwanto Berikan Rasa Aman Kepada Masyarakat Yang Bertransaksi DiBank BRI |  Serah Terima Piket SPKT Polsek Kertak Hanyar Selasa, 25 September 2018 |  Rutinitas Turlalin Personil Polsek Matraman di Pagi Hari |  Beberapa Arahan Kapolsek Kertak Hanyar Saat Memimpin Apel Pagi |  Makmurkan Mesjid, Bripka Dede Sholat Subuh Berjamaah di Mesjid Al Hijriah | 

banjar.kalsel.polri.go.id, Polres Banjar – Berbekal dengan informasi masyarakat akhirnya SN (53) warga Gudang Tengah berhasil diringkus unit Reskrim Polsek Sungai Tabuk karena terlibat dalam peredaran Obat Carnophen alias Zenith,
Sebelumnya, petugas unit Reskrim Polsek Sungai Tabuk melakukan pengintaian dan setelah di geledah di dalam rumah nya polisi menemukan 15 (lima belas) keping atau 150 butir obat Zenith Carnophen serta uang tunai sebesar Rp 153.000, (seratus lima puluh tiga ribu rupiah).
Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, SH, S.IK, MH, melalui Kapolsek Sungai Tabuk AKP Idit Aditya, S. Sos mengatakan tertangkapnya pelaku berkat informasi dari masyarakat bahwa di daerah gudang tengah ada yang menjual obat Zenith,” ungkap Kapolsek.
Selanjutnya, Pelaku beserta barang bukti diamankan dan di bawa ke Mapolsek Sungai Tabuk guna proses lebih lanjut.
“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 197 Jo 106 ayat (1) UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

Kategori: Satuan Reskrim

Berikan komentar