Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Polsek Matraman jaga kamtibmas dengan patroli blue light |  Ps. Kspk Bripka Fajeri. W Dan Bhabinkamtibmas Bripka Eko. S Sholat ‘Ashar Berjamaah Di Mesjid Bersama Warga Karang Intan |  Anggota terus himbau kepada warga larangan karhutla |  Kanit Binmas jadi pembina upacara di Madrasah Tsanawiyah negeri 9 Matraman. |  Kanit Sabhara jadi jadi pembina upacara di Aliyah darul huda Matraman |  Kasi Humas Polsek Matraman jadi pembina Upacara di SMP N 1 Matraman. |  Kapolsek Matraman sebagai pembina upacara di SMA N 1 Mataraman. |  Bhabinkamtibmas Sambang Desa Binaan Sampaikan Pesan Kamtibmas |  Bhabinkamtibmas Bripka Khairullah Sosialisasikan Stop Karhutla |  Kanit Reskrim Polsek Martapura Timur Pimpin Apel Pagi |  Kanit Binmas Menjadi Pembina Upacara di SMPN 2 Martapura Timur |  Survei Kepuasan Masyarakat Di Sat Reskrim Polres Banjar Bulan Agustus 2019 |  Survei Kepuasan Masyarakat Di Sat Reskrim Polres Banjar Bulan Juli 2019 | 

banjar.kalsel.polri.go.id- Dalam Kondisi apapun tak menjadi halangan bagi anggota Polsek Aranio dan manggala Agni untuk melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan. Sosialisasi ini dilakukan di Desa Aranio dan Desa Tiwingan Lama Kecamatan Aranio, Senin (15/07/2019). Pencegahan kebakaran hutan dilakukan dengan cara meminimalisir daerah daerah yang rawan kebakaran.

“Hutan merupakan aset nasional yang harus dijaga, untuk itu masyarakat diharapkan tidak membakar rumput dan tanaman perdu atau gulma di dekat hutan karena hal Itu bisa menimbulkan kebakaran hutan,” Ujar Brigadir Agus anggota Polsek Aranio.

Agus menambahkan, “saat musim kemarau angin kencang dan suhu panas dapat memicu api kecil menjadi besar dan menyebabkan kebakaran hutan yang lebih besar dan dapat merugikan semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah”. Tegasnya.

Sementara itu Kapolsek Aranio Iptu Suherman saat di konfirmasi membenarkan” bahwa kegiatan sosialisasi terkait kebakaran hutan dan lahan memang di laksanakan setiap hari karena menurut Ipda Suherman, pada musim kemarau ini hutan menjadi sangat rawan akan kebakaran, kondisi yang panas dan dedaunan yang kering bila terdapat percikan api sedikit saja dapat menyulut kebakaran yang besar,” tutur Iptu Suherman

Dia menegaskan, membakar ilalang dan dedaunan di sekitar hutan hingga menyebabkan kebakaran hutan adalah tindakan pidana sesuai UU kehutanan No 41 Tahun 1999. Bahkan kata Ipda Suherman dapat dikenai ancaman hukum pidana maksimal selama 15 tahun atau denda uang sebanyak-banyaknya Rp 5 miliar.

Kategori: Polsek Aranio

Berikan komentar