Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Polsek Aranio Tingkatkan Keamanan Dengan Sambangi Warganya |  Personil Polsek Gambut Perkenalkan Aplikasi Sasirangan Kepada Warga |  Brigadir Argo Selalu Dekat Dengan Warganya |  Usai Sholat Subuh Bripka Robby Hastono Lakukan Silaturahmi Dengan Tokoh Agama |  DALAM LAKSANAKAN PATROLI ANGGOTA POLSEK KERTAK HANYAR |  KANIT PROV SAMBANG KE KECAMATAN KERTAK HANYAR |  WARGA MERASA AMAN |  Bripka Robby Hastono Lakukan Sholat Subuh Berjamaah |  SALING BERTATAP MUKA UNTUK MENJAGA SITUASI YANG KONDUSIF |  BERSAMA KITA KUAT |  LAKSANAKAN PATROLI DI LINGKUNGAN PASAR AHAD KERTAK HANYAR |  Petugas Jaga Lakukan Kontrol Tahanan Secara Rutin | 
MARTAPURA, KALSEL.- Unit Reskrim Polsek Aranio berhasil mengamankan seorang laki-laki pelaku tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki ijin edar ” pasal 197 Jo 106 ayat (1) UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pelaku berhasil diamankan di Desa Tiwingan Lama Rt. 01 Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar tepatnya di samping pos pengangkutan / pelabuhan Aranio, Sabtu (07/01/2017) sekitar jam 21.30 Wita.
Kapolres Banjar AKBP Kukuh Prabowo, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Aranio IPTU H. Sugiarto, SH menjelaskan bahwa penangkapan pelaku tersebut ketika saat petugas menemukan 2 keping obat di samping pos, saat ditanyakan diakui miliknya dan masih ada lagi obat di rumahnya, selanjutnnya petugas bersama-sama mengambil barang bukti hingga di temukan lagi 10 keping obat Carnophen yang diletakkan di atas lemari.

“Pelaku yang bernama Nasrullah alias Inas (27 tahun) warga Desa Tiwingan Lama No. 76 Rt. 01 Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar. Dari tangan pelaku didapat barang bukti berupa 12 (dua belas) keping obat  Carnopen, uang tunai Rp 15.000 (lima belas ribu rupiah) dan 1 (satu) bungkus rokok Sampoerna Menthol Avoulution”, terang Pak Sugiarto

Dari kejadian tersebut pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Aranio untuk proses lebih lanjut. Atas perbuatannya pelaku diancam dengan hukuman 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) sesuai dengan pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Kategori: Umum

Berikan komentar