Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Ini cara personil polsek sambung makmur cegah karhutla |  Personil polsek sambung makmur sebarkan brosur larangan bakar hutan pada warganya |  Banit sabhara polsek sambung sebarkan brosur larangan bakar hutan pada warga |  Brigadir joko sebarkan brosur larangan membakar hutan pada warga |  Personil polsek sambung himbau warga agar tidak bakar hutan dan lahan sembarangan |  Banit Sabhara Polsek Sambung himbau warga agar tisak bakar hutan dan lahan sembarangan |  Brigadir Joko himbau warga agar tidak bakar hutan |  Bripka Robby Hastono Sambangi Warga Yang Daerahnya Rawan Terjadi Kebakaran Hutan Dan Lahan |  Bhabnikamtibmas Polsek Gambut Sambangi Warga Binaannya |  Himbauan Larangan Membakar Hutan Dan Lahan |  Bhabinkamtibmas Polsek Pengaron Lakukan Sosialisasi Karhutla Ke Warga Mangkauk |  Pagi Pagi Udah Nongkrong | 
MARTAPURA, KALSEL.- Rijuliansyah Alias Juli (40 th) warga Desa Asam-asam Gg. Karya Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut yang sedang menjalani masa hukuman kembali berurusan dengan pihak Kepolisian, Kamis (11/01/2017) sekitar pukul 08.00 wita.
Kapolres Banjar AKBP Kukuh Prabowo, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Karang Intan IPDA Imam Sayuti membenarkan bahwa telah ditemukan 11 paket shabu-shabu dengan berat 8,27 gram dan 1 (satu) buah timbangan digital yang bertuliskan CHQ POCKET SCALE di Blok C Kamar 6 Lapas Narkotika Karang Intan. Kejadian bermula ketika petugas Lapas Narkotika Karang Intan menggeledah Blok C Kamar 6 dan didapati 1 (satu) paket shabu-shabu. Setelah ditanya oleh petugas, tersangka Juli mengakui bahwa barang haram itu miliknya. Selanjutnya petugas Lapas menemukan lagi bungkusan plastik didekat closet WC yang berisikan 11 (sebelas) paket shabu-shabu terbungkus rapi didalam klip plastik warna putih serta timbangan digital. Tidak lama setelah itu tersangka beserta barang buktinya langsung diserahkan ke Polsek Karang Intan.

Atas perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 112 (1) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun penjara dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

Kategori: Umum

Berikan komentar