Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Polsek Martapura Barat Melaksanakan Giat Apel Pagi |  Serah terima barang inventaris milik negara oleh anggota polsek kertak hanyar |  Apel pagi dipimpin oleh wakapolsek kertak hanyar |  Polsek Martapura Barat Melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah |  Bripka tafsirudin laksanakan sholat subuh berjamaah bersama warga kertak hanyar |  Laksanakan Sholat Dzuhur Berjamaah, Polsek Aranio Ingin Wilayahnya Aman |  Bhabin polsek martapura kota deklarasikan anti hoax |  Bhabin polsek martapura kota sosialisasikan anti radikalisme |  Bhabin polsek martapura kota sosialisasikan stop pungli |  Aipda M. Zarkoni Sholat Tarawih Bersama Warga Desa Melayu |  Piket polsek martapura kota patroli blue light wilkum martapura kota |  Kehadiran anggota Polsek Martapura Timur di Masjid membuat jamaah Sholat Tarawih merasa aman | 
MARTAPURA, KALSEL.-  Setidaknya sebanyak 4020 (Empat Ribu Dua Puluh) butir obat jenis Zenith Carnophen kembali diamankan oleh anggota Polsek Gambut, Senin (01/03/2017) sekitar pukul 16.00 wita. Pelaku yang bernama M. Said (30 Thn) warga Desa Guntung Ujung Rt. 001 Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar.
Kapolres Banjar AKBP Kukuh Prabowo, S. I.K., M.H. melalui Kapolsek Gambut AKP Sakun, SH, MA menjelaskan “selain mengamankan M. Said sebagai bandar obat Carnophen, kita juga mengamankan barang bukti lainnya berupa uang tunai sejumlah Rp. 200.000 ( Dua Ratus Ribu Rupiah), 1 (satu) buah kardus Mountea, 1 (satu) buah kardus susu cap Enak , 1 ( satu) buah dompet warna Coklat Merah motif Bulu, 1 (satu) buah mangkok kecil terbuat dari plastik transparan dan 2 (dua) buah kantong plastik warna hitam & merah” ujar Kapolsek Gambut AKP Sakun.
Penangkapan terhadap pelaku dilakukan aparat di rumahnya pada saat pelaku sedang menjual obat jenis Carnophen / Zenith dan didapat barang bukti tersebut didalam rumah tersebut. Atas kejadian tersebut pelaku dan barang bukti kita bawa ke Mapolsek Gambut guna proses hukum lebih lanjut. “Pelaku dikenakan Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara lima tahun,” tegasnya.

Kategori: Umum

Berikan komentar