Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Polsek Aranio Berhasil Melakukan Upaya Penyelesaian Kasus Penganiayaan Atau Pemukulan Yang Terjadi Di Wilayah Hukum Polsek Aranio Melalui Perdamaian |  Ipda Joni Arif Tempatkan Anggotanya Di perputaran Dan Penyeberangan Jalan |  Bentuk Pelayanan Kepada Masyarakat Pengguna Jalan |  Ini Yang Dilakukan Polsek Kertak Hanyar Ciptakan Tibcar Lantas |  Lakukan saholat berjamaah dan silaturahmi dengan Tokoh Agama, cara Polsek Simpang Empat dekatkan diri dengan masyarakat |  Polsek Kertak Hanyar Rutin Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas Di Pagi Hari |  Sholat Isya Berjamaah Dengan Tokoh Agama, Warga Masyarakat Dan Adik2 Santri Dapat Menambah Hubungan Tali Silaturrahmi |  Kapolsek Sambung Pimpin pelaksanaan apel pagi |  Apel Sebagai Sarana Komunikasi Antara Pimpinan Dan Anggotanya |  Pemeriksaan Mako ,Cek Personel Jaga,Pemeriksaan Sikap Tampang, Kunjungan Ke Rumah Dinas Polsek Aiptu Bahdiansyah Oleh Kabag Sumda Polres Banjar Kompol Ana Setiani |  Ipda Joni Arif : Perbanyak Silaturahmi Dengan Tokoh Agama |  Ini Arahan Kapolsek Kertak Hanyar Saat Pelaksanaan Apel Pagi | 
MARTAPURA, KALSEL – Kebakaran hutan kini sudah sering terjadi khusunya di hutan dan lahan
gambut Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera hingga Kalimantan. Banyak
faktor penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut seperti
contohnya yang paling sering terjadi adalah akibat dari musim kemarau
dan akibat aktivitas manusia seperti membuang puntung rokok yang menyala
secara sembarangan sampai aktivitas ilegal perusahaan-perusahaan nakal yang membuka lahan dengan cara dibakar. Kebakaran hutan menimbulkan banyak dampak negatif yang merugikan baik itu dari segi ekologi hingga ekonomi bahkan dapat merusak kesehatan pernafasan.
Menjelang semakin dekatnya musim kemarau, Polres Banjar semakin gencar melakukan sosialisasi tentang larangan membuka hutan dan lahan dengan cara dibakar. Salah satunya dengan mendirikan Posko Karhutla yang berada di Jalan Gubernur Syarkawi Kecamatan Gambut (depan SPBU).
Selain itu, melalui prajurit unjung tombaknya, para Bhabinkamtibmas, Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, S.H.,S.I.K.,M.H memerintahkan untuk lebih sering melakukan patroli, sambang desa, hingga memberikan himbauan serta penerangan kepada masyarakat.
“Kita harus selalu siap dalam menghadapi datangnya musim kemarau yang dapat berakibat timbulnya Karhutla,” ucap AKBP Takdir atau yang lebih dikenal dengan sapaan Nette Boy.
“Untuk itu, saya meminta kepada seluruh Bag, Sat dan Kapolsek, terutama Bhabinkamtibmas agar lebih gencar lagi memberikan himbauan kepada masyarakat maupun badan usaha untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,” lanjut Nette Boy.
Masih menurut Nette Boy, Kebakaran hutan dan lahan sangat merugikan negara secara ekonomi. “Akibat asap yang mengganggu wilayah sekitar lokasi hutan, banyak
aktivitas manusia yang terganggu hingga terpaksa berhenti mulai dari
sekolah hingga perdagangan,” terangnya.
“Oleh karena itu, berdampak buruk pada
perputaran ekonomi di wilayah sekitar, sehingga mengalami kerugian.
Selain ekonomi, asap yang sampai ke wilayah negara tetangga juga dapat
berakibat buruk bagi hubungan bilateral Indonesia,” tegas Nette Boy.

Kategori: Berita, Umum

Berikan komentar