Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Ini cara personil polsek sambung makmur cegah karhutla |  Personil polsek sambung makmur sebarkan brosur larangan bakar hutan pada warganya |  Banit sabhara polsek sambung sebarkan brosur larangan bakar hutan pada warga |  Brigadir joko sebarkan brosur larangan membakar hutan pada warga |  Personil polsek sambung himbau warga agar tidak bakar hutan dan lahan sembarangan |  Banit Sabhara Polsek Sambung himbau warga agar tisak bakar hutan dan lahan sembarangan |  Brigadir Joko himbau warga agar tidak bakar hutan |  Bripka Robby Hastono Sambangi Warga Yang Daerahnya Rawan Terjadi Kebakaran Hutan Dan Lahan |  Bhabnikamtibmas Polsek Gambut Sambangi Warga Binaannya |  Himbauan Larangan Membakar Hutan Dan Lahan |  Bhabinkamtibmas Polsek Pengaron Lakukan Sosialisasi Karhutla Ke Warga Mangkauk |  Pagi Pagi Udah Nongkrong | 

MARTAPURA, KALSEL.- Polsek Martapura Timur melalui Bhabinkamtibmas Desa Tambak Anyar Ulu, Kecamatan Martapura Timur Bripka Wayan Sugiarto, melaksanakan giat Problem Solving dalam memecahkan permasalahan yang terjadi antara warga Desa Tambak Anyar Ulu yang dipicu faktor salah paham di Kantor Pambakal Desa Tambak Anyar Ulu Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Jumat (04/08/2017) malam.

Hadir dalam kegiatan Problem Solving tersebut, Pembekal Desa Tambak Anyar Ulu, Ketua RT 03 Desa Tambak Anyar Ulu, Khairudin selaku tokoh agama, dan kedua keluarga yang terlibat selisih paham.

Kapolsek Martapura Timur, Ipda H. Suwarji melalui Bhabinkamtibmas Bripka Wayan Sugiarto menjelaskan, permasalahan salah paham tersebut terjadi antara Alimatu Sadiyah dengan Rusmakiah yang merupakan warga Desa Tambak Anyar Ulu RT 03, Kecamatan Martapura Timur.

Namun, berkat Problem Solving yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama tokoh masyarakat yang ikut mencarikan solusi jalan keluar permasalah antara kedua warga yang saling beredekatan rumahnya tersebut berhasil diselesaikan dengan baik.

“Setelah kita cari tahu akar permasalahan antara kedua warga tersebut, dan berhasil menemukan solusi dari permasalahannya, akhirnya perselisihan antar keduanya dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” kata Bripka Wayan.

Selanjutnya ditambahkan Bripka Wayan, antara kedua pihak yang berselisih juga sudah membuat surat perjanjian disertai dengan materai yang disaksikan oleh kedua belah pihak keluarga dan tokoh masyarakat yang hadir dan membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Keduanya juga sudah membuat surat perjanjian disertai materai dan disaksikan aparatur Desa dan tokoh agama setempat,” ujar Bripka Wayan.

Kategori: Berita, Kegiatan

Berikan komentar