Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Kanit bhimas polsek martapura kota hadiri kegiatan di desa |  Kanit sabhara dan kanit bhimas polsek martapura kota sholat dzuhur berjamaah |  Giat rutin apel pagi polsek martapura kota |  Kanit Binmas Dan Tiga Anggota Polsek Pengaron Lakukan Patroli Cipta Kondisi Ke Warga Maniapun |  Giat rutin cw pagi polsek martapura kota sepanjang jalan menteri empat |  Kanit Sabhara Hadiri Lokakarya Mini Puskesmas Lintas Sektoral Gambut |  Makmurkan Tempat Ibadah Bhabnikamtibmas Lakukan Sholat Dhuhur Berjamaah |  Cegah Laka Lantas di sepanjang Jalan A. Yani, Polsek Simpang Empat tempatkan anggotanya di titik rawan Laka |  Cuaca Hujan Tidak Menjadi Penghalang Kspk Poksek Karang Intan Aiptu Sutarto Dan Bhabinkamtibmas Bripka M. Rif’an Tetap Sholat Isya Berjamaah Bersama Warga Desa Karang Intan |  Kegiatan Commander Wish rutin dilaksanakan Polsek Simpang Empat untuk hadirkan rasa aman bagi masyarakat |  Tim Gabungan Operasi Yustisi Di Wilkum Sungai Tabuk, Jaring Pengunjung Warung Tidak Memiliki Kartu Identitas Diri |  Rasa aman dirasakan pengguna Jalan A. Yani karena kehadiran anggota Polsek Simpang Empat | 

banjar.kalsel.polri.go.id  Pada hari  Minggu tanggal 15 Oktober 2017 sekitar jam 13.00 wita dilaksanakan kegiatan Patroli terpadu pencegahan Karhutla dan pemantauan titik api / Hotspot di wilayah Kec.Martapura Barat.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Personil yang terdiri dari Anggota Polsek Martapura Barat Bripka Anggie Prasodjo, Anggota Kodim 1006 Martapura, Kopka Suprayitno, Anggota Manggala Agni Sdr.Hermansyah dan Sdr.Mulidi, serta Masyarakat Peduli Sdr.Yupi Yuliannor.

 

 

Kapolsek Martapura Barat IPTU WAHYUDI, S.Sos mengatakan, “Saat musim kemarau yang terjadi di bulan Oktober ini khususnya kebakaran hutan dan lahan harus bisa kita antisipasi, oleh karena itu untuk mencegah dan menanganinya kita harus bersama-sama berperan aktif untuk menanggulanginya. Baik dari tingkat Provinsi sampai ke tingkat Desa”. Ucapnya

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Penggalaman dan Desa Sungai Batang. Kendaraan yang dipakai adalah kendaraan dinas dan kendaraan pribadi.Jalan yang dilalui tidaklah lancar, kadang terkendala jalan berlubang bercampur lumpur yang diakibatkan genangan air hujan yang turun beberapa hari yang lalu.

 

Kapolres Banjar AKBP Takdir Matanette, S.H, S.I.K., M.H, menegaskan ”bahwa pembakaran hutan dan lahan secara sengaja atau tidak sengaja adalah tindak kejahatan yang dapat merugikan orang lain dan mengganggu kesehatan masyarakat yaitu ISPA. oleh karena itu saya perintahkan kepada seluruh polsek jajaran Polres Banjar untuk mensosialisasikan larangan membakar hutan dan lahan kepada masyarakat yang berada di Desa rawan kebakaran lahan dan kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari agar masyarakat mengerti dan memahami sehingga dapat meninggalkan kebiasaan lamanya yang membuka lahan dengan cara dibakar”

Kegiatan tersebut Untuk mengetahui lokasi – lokasi yang rawan Kebakaran hutan dan lahan, serta lokasi sumber air terdekat apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kec.Martapura Barat. Selain itu, dilaksanakan juga kegiatan sosialisasi ke  masyarakat untuk selaluwaspada dan berhati-hati akan bahaya Karhutla. Adanya peran serta masyarakat dalam hal peduli api yaitu dengan melaporkan kepada petugas apabila terdapat lokasi/ lahan yang terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Namun, saat dilaksanakan patroli terpadu terdapat kebakaran lahan berupa semak-semak di desa Penggalaman. Tim patroli terpadu Karhutla saat melaksanakan pemadam menggunakan gepyok dan jet pump portabel dan di bantu oleh Masyarakat sekitar. Alhamdulillah titik air tidak jauh dari tempat kebakaran lahan tersebut. Sekitar jam 17.00 wita telah api dipadamkan, kerusakan akibat kebakaran tersebut diperkirakan kurang lebih 1 hektar.

Dampak kebakaran hutan bagi lingkungan antara lain, Terancamnya habitat flora dan fauna, Terancamnya keanekaragaman hayati, Terganggunya keseimbangan ekosistem, Meningkatnya potensi bencana, Terjadi sedimentasi sungai, Terjadi erosi tanah, Terjadi alih fungsi hutan, Menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air, Timbulnya kabut asap dan polusi udara, dan Meningkatnya resiko pemanasan global.

Semoga di tahun depan Provinsi Kalimantan Selatan aman dari Kabut Asap, dan diharapkan kepada seluruh Masyarakat Kalimantan Selatan agar lebih peduli terhadap dilingkungan sekitarnya.

   

 

Berikan komentar