Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Kanit Binmas Aipda Arif Suntono Pengamanan Pasar Wadai |  Jelang Bulan Ramadhan, Anggota Polsek Pengaron Lakukan Patroli Malam Masjid |  Cegah Karhutla, Ini Yang Disampaikan Bhabinkamtibmas Brigadir Haryono Kepada Warga Binaan |  Kali Ini Pengaman Sholat Tarawih Di Desa Lobang Baru |  Warga Desa Benteng Dukung Polsek Pengaron Dalam Usut Para Pelaku Hoak |  Giat Sambang Bhabinkamtibmas Brigadir Haryono Ke Wilayah Binaan |  Jauhkan Pemuda Dari Narkoba, Dekatkan Dengan Yang Positif |  Selalu Aktif Berikan Pemahaman Bahaya Radikalisme Ke Warga |  Brigadir Firman Suci Sosialisasi Pungli Ke Warga Desa Binaan |  Ka Spk Aiptu Yuliadi Dan Bhabinkamtibmas Firman Amankan Sholat Tarawih |  Piket polsek martapura kota patroli blue light wilkum martapura kota |  Piket polsek martapura kota cek jumlah tahanan lapas anak martapura | 

banjar.kalsel.polri.go.id, polres banjar – Polsek Simpang Empat melakukan sosialisasi Maklumat Kapolda Kalsel tentang karhutla di desa Batu balian kecamatan Simpang Empat kabupaten Banjar. Senin (15/10/2017).

Kanit Binmas Polsek Simpang Empat Aiptu Tri Widodo telah melaksanakan sosialisasi karhutla kepada masyarakat dengan cara membagikan selebaran yang berisi Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang larangan membakar hutan dan lahan.

Terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan nantinya akan dikenakan dengan pasal berlapis dikarenakan telah melakukan tindak pidana antara lain :
– Undang undang No. 19 th 2004 tentang kehutanan yaitu pasal 50 huruf d “setiap orang dilarang membakar hutan, menebang pohon dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun dan denda Rp.15 milyar. ”
– KUHP pasal 187 “dengan sengaja melakukan pembakaran diancam pidana 12 tahun penjara”.

Menurut Kapolsek Simpang Empat AKP Wahyu Ismoyo J, S.I.K melalui Kanit Binmas “kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan agar masyarakat mengetahui tentang hukum yang larangan membakar hutan dan lahan dengan sengaja, sehingga masyarakat tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan pertanian maupun perkebunan”.

(Humas Simpang Empat).

Berikan komentar