Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Ini cara personil polsek sambung makmur cegah karhutla |  Personil polsek sambung makmur sebarkan brosur larangan bakar hutan pada warganya |  Banit sabhara polsek sambung sebarkan brosur larangan bakar hutan pada warga |  Brigadir joko sebarkan brosur larangan membakar hutan pada warga |  Personil polsek sambung himbau warga agar tidak bakar hutan dan lahan sembarangan |  Banit Sabhara Polsek Sambung himbau warga agar tisak bakar hutan dan lahan sembarangan |  Brigadir Joko himbau warga agar tidak bakar hutan |  Bripka Robby Hastono Sambangi Warga Yang Daerahnya Rawan Terjadi Kebakaran Hutan Dan Lahan |  Bhabnikamtibmas Polsek Gambut Sambangi Warga Binaannya |  Himbauan Larangan Membakar Hutan Dan Lahan |  Bhabinkamtibmas Polsek Pengaron Lakukan Sosialisasi Karhutla Ke Warga Mangkauk |  Pagi Pagi Udah Nongkrong | 

banjar.kalsel.polri.go.id,polres banjar,- Polsek Astambul melaksanakan pengamanan makam Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Datu Kelampaian) , pada hari Minggu (22/10/17), kegiatan tersebut rutin di lakukan oleh anggota Polsek Astambul guna memberi rasa aman kepada peziarah.

Dalam kegiatan pengamanan yang di lakukan oleh anggota Polsek Astambul jadwal – jadwal padat pengunjung makam Datu Pelampaian selain hari Sabtu dan Minggu yaitu pada malam Jumat, malam Sabtu, dan Malam Minggu, dimana untuk malam Jumat peziarah kebanyakan dari para santri.

Cerita singkat tentang Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (lahir di Lok Gabang, 17 Maret 1710 – meninggal di Dalam Pagar, 3 Oktober 1812 pada umur 102 tahun) adalah ulama fiqih mazhab Syafi’i yang berasal dari kota Martapura di Tanah Banjar (Kesultanan Banjar), Kalimantan Selatan. Dia hidup pada masa tahun 1122-1227 hijriyah. Dia mendapat julukan anumerta Datu Kelampaian. Dia adalah pengarang Kitab Sabilal Muhtadin yang banyak menjadi rujukan bagi banyak pemeluk agama Islam di Asia Tenggara.[5]

Kitab karya Syekh Muhammad Arsyad yang paling terkenal ialah Kitab Sabilal Muhtadin, atau selengkapnya adalah Kitab Sabilal Muhtadin lit-tafaqquh fi amriddin, yang artinya dalam terjemahan bebas adalah “Jalan bagi orang-orang yang mendapat petunjuk untuk mendalami urusan-urusan agama”. Syekh Muhammad Arsyad telah menulis untuk keperluan pengajaran serta pendidikan, beberapa kitab serta risalah lainnya, di antaranya ialah:[14]

  • Kitab Ushuluddin yang biasa disebut Kitab Sifat Duapuluh,
  • Kitab Tuhfatur Raghibin, yaitu kitab yang membahas soal-soal itikad serta perbuatan yang sesat,
  • Kitab Nuqtatul Ajlan, yaitu kitab tentang wanita serta tertib suami-isteri,
  • Kitabul Fara-idl, hukum pembagian warisan.
Kategori: Berita, Polsek Astambul

Berikan komentar