Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Petugas SPBU KM. 71 apresiasi anggota Polsek Simpang Empat yang rutin sambangi SPBU setiap malam |  Bripka Hermansyah lakukan pemeriksaan dan pengeledahan terhadap pemuda yang sedang nongkrong untuk cegah Tindak Pidana |  Bripka Hermansyah rutin sambangi obyek vital saat berpatroli guna cegah aksi kejahatan |  Polsek Simpang Empat rutin laksanakan Patroli Cipkon saat malam hari |  Cegah peredaran dan penyalah gunaan Narkoba, Bripka Hermansyah lakukan razia di warung – warung malam |  Bripka Hermansyah lakukan razia Sajam terhadap pengunjung warung malam guna cegah Tindak Pidana |  Bripka Hermansyah berikan teguran kepada pemuda Desa Simpang Empat yang tidak memakai helm saat mengendarai sepeda motor |  Cegah terjadinya sabotase dan aksi teror, ini yang selalu dilakukan anggota Polsek Simang Empat |  Bhabin polsek martapura kota laksanakan dds di desa binaan nya |  Kegiatan Sispam Mako selalu dilaksanakan anggota Polsek Simpang Empat setiap malam |  Bhabin polsek martapura kota sosialisasikan anti radikalisme |  Bhabin polsek martapura kota sosialisasikan bahaya narkoba | 

banjar.kalsel.polri.go.id, Polres Banjar – Berbekal dengan informasi masyarakat akhirnya SN (53) warga Gudang Tengah berhasil diringkus unit Reskrim Polsek Sungai Tabuk karena terlibat dalam peredaran Obat Carnophen alias Zenith,
Sebelumnya, petugas unit Reskrim Polsek Sungai Tabuk melakukan pengintaian dan setelah di geledah di dalam rumah nya polisi menemukan 15 (lima belas) keping atau 150 butir obat Zenith Carnophen serta uang tunai sebesar Rp 153.000, (seratus lima puluh tiga ribu rupiah).
Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, SH, S.IK, MH, melalui Kapolsek Sungai Tabuk AKP Idit Aditya, S. Sos mengatakan tertangkapnya pelaku berkat informasi dari masyarakat bahwa di daerah gudang tengah ada yang menjual obat Zenith,” ungkap Kapolsek.
Selanjutnya, Pelaku beserta barang bukti diamankan dan di bawa ke Mapolsek Sungai Tabuk guna proses lebih lanjut.
“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 197 Jo 106 ayat (1) UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

Kategori: Satuan Reskrim

Berikan komentar