Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Hut RI Ke 73 Di Kecamatan Martapura Barat Yang Di Hadiri Polsek Martapura Barat Dan Intansi Lainnya |  Polsek Martapura Barat Ikuti Giat Upacara HUT RI Ke 73 |  Brigadir Irfan selalu sampaikan himbauan Kamtibmas saat sedang laksanakan Patroli Blue Light |  Polsek Simpang Empat rutin lakukan Patroli Blue Light untuk berikan rasa aman kepada masyarakat |  Rutin lakukan razia Pekat di warung – warung malam, cara Bripka Hermansyah ciptakan Situasi Kamtibmas yang aman kondusif |  Sambangi SPBU saat malam hari, cara Polsek Simpang Empat cegah pelangsir BBM |  Berikan Suasana Aman, Polsek Sungai Tabuk Tingkatkan Patroli Malam |  Camat Aranio Pimpin Pelaksanaan Upacara Peringatan HUT RI Ke 73 Di Wilayah Kecamatan Aranio |  Anggota Melaksanakan Patroli Blue Light Wilkum Sungai Tabuk |  Kapolsek Matraman Beserta Anggota Mengikuti Upacara Detik – Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke 73 |  Warga turut membantu anggota meangkat BB Laka |  Tak Kenal Hari Libur, Polsek Aranio Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas | 

banjar.kalsel.polri.go.id, Polres Banjar – Berbekal dengan informasi masyarakat akhirnya SN (53) warga Gudang Tengah berhasil diringkus unit Reskrim Polsek Sungai Tabuk karena terlibat dalam peredaran Obat Carnophen alias Zenith,
Sebelumnya, petugas unit Reskrim Polsek Sungai Tabuk melakukan pengintaian dan setelah di geledah di dalam rumah nya polisi menemukan 15 (lima belas) keping atau 150 butir obat Zenith Carnophen serta uang tunai sebesar Rp 153.000, (seratus lima puluh tiga ribu rupiah).
Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, SH, S.IK, MH, melalui Kapolsek Sungai Tabuk AKP Idit Aditya, S. Sos mengatakan tertangkapnya pelaku berkat informasi dari masyarakat bahwa di daerah gudang tengah ada yang menjual obat Zenith,” ungkap Kapolsek.
Selanjutnya, Pelaku beserta barang bukti diamankan dan di bawa ke Mapolsek Sungai Tabuk guna proses lebih lanjut.
“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 197 Jo 106 ayat (1) UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

Kategori: Satuan Reskrim

Berikan komentar