Portal Berita dan Informasi Resmi Humas Polres Banjar

Selamat Datang di TribrataNews Polres Banjar | Update Berita:  Giat Patroli, Sambangi Aparat Desa Himbau Kamtibmas |  Personil Polsek Sungai Tabuk Giat Rutin Pengamanan Pasar |  Ciptakan Situasi Aman, Personil Polsek Sungai Tabuk Lakukan Ini |  Deklarasi Pemilu Damai Komunitas Pedagang Keliling Kecamatan Karang Intan |  Personil polsek sambung makmur aktif sosialisasikan larangan membakar hutan dan lahan |  Ini cara Bripda Bachtiar cegah karhutla diwilayah hukumannya |  Bripda Bachtiar berharap melalui cara ini tidak ada karhutla diwilayah hukumannya |  Bripda Indra Polsek Pengaron Berikan Pesan Kamtibmas Terhadap Juru Parkir Di Pasar |  Guna Antisipasi Tindak Kriminalitas, Aipda Amin Lakukan Patroli Ke Pasar |  Ka Spk Aipda Amin Polsek Pengaron Lakukan Sholat Isya Berjamaah |  Deklarasi Pemilu Damai Ibu Ibu Warga Desa Jingah Habang Ulu Rt 02 Karang Intan |  Kanit Binmas Hadiri Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 H di Desa Pasiraman | 

banjar.kalsel.polri.go.id, Polres Banjar – Berbekal dengan informasi masyarakat akhirnya SN (53) warga Gudang Tengah berhasil diringkus unit Reskrim Polsek Sungai Tabuk karena terlibat dalam peredaran Obat Carnophen alias Zenith,
Sebelumnya, petugas unit Reskrim Polsek Sungai Tabuk melakukan pengintaian dan setelah di geledah di dalam rumah nya polisi menemukan 15 (lima belas) keping atau 150 butir obat Zenith Carnophen serta uang tunai sebesar Rp 153.000, (seratus lima puluh tiga ribu rupiah).
Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, SH, S.IK, MH, melalui Kapolsek Sungai Tabuk AKP Idit Aditya, S. Sos mengatakan tertangkapnya pelaku berkat informasi dari masyarakat bahwa di daerah gudang tengah ada yang menjual obat Zenith,” ungkap Kapolsek.
Selanjutnya, Pelaku beserta barang bukti diamankan dan di bawa ke Mapolsek Sungai Tabuk guna proses lebih lanjut.
“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 197 Jo 106 ayat (1) UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

Kategori: Satuan Reskrim

Berikan komentar